Luckiness or Destiny? My Japan Trip Story

Trip to Tokyo Japan
Shinjuku Gyoen Park, March 30th 2018
Haloo all..

Alhamdulillah sampai di Jepang lagi untuk yang ke-3 kalinya dengan kesempatan season yang berbeda, destinasi yang berbeda dan penerbangan yang berbeda.
Sedikit cerita, dulu saya sempat bermimpi bisa ke Jepang sebentar saja, dan Alhamdulillah Tuhan beri saya kesempatan ke Jepang selama 3 minggu. Tidak puas dengan 3 minggu, saya minta lagi sama Tuhan semoga bisa ke Jepang lagi dalam waktu yang lebih lama, tapi tidak mau begitu lama, dan Alhamdulillah Tuhan beri saya kesempatan ke Jepang selama 3 bulan. Selama 3 bulan hidup sendiri saya sempat merasa hampa, dan kesepian (bukan lebay haha), jadilah minta lagi sama Tuhan, kalaupun bisa ke Jepang, maunya bentar-bentar saja Tuhan yang penting sering. (Banyak maunya ya)

Dan mugkin Tuhan masih mendengar doa saya, dan kali in saya kembali dapat kesempatan ke Jepang benar-benar sebentar saja, cuma dalam waktu 9 hari dan semoga bisa berulang kali. Namun untuk perjalanan kali ini benar-benar jadi hal yang tak pernah saya bayangkan sebelumnya dan benar-benar cara yang tidak terduga.

Ketika itu saya menghadiri acara Japan Travel Fair yang diadakan di Kota Kasablanka pada 25 - 27 Agustus 2017 oleh JNTO (Japan National Travel Organization). Jadi selama 3 hari ada undian tiket ke Jepang. Kebetulan hari ke-2 undian tiket pesawat JAL untuk 2 orang sekali perjalanan. Jadi kita harus mengumpulkan stamp dan akan diundi diakhir acara. Saat itu saya hanya iseng kumpulin stamp di sore harinya sekitar pukul 3.30 dan baru masukin ke kotak undian pukul 4.30 pm. Tidak pernah terbayang nama saya akan dipanggil, bahkan sejujurnya saat itu saya tidak tau pesawat apa yang akan menang undian. Sekitar pukul 5 sore nama pemenang diumumkan, yang kebetulan juga saat itu saya berada didekat panggung dan betapa kagetnya ternyata yang dipanggil nama saya.:D

Masih kaget dan tidak percaya, bahkan awalnya saya tidak tahu saya dipanggil kenapa, tiba-tiba saja pengisi acara mengumumkan kalau saya dapat 2 tiket PP ke Jepang Jakarta - Tokyo dengen pesawat Japan Airlines (JAL). Wow~ kaget plus senang dan masih tidak percaya, karen JAL salah satu pesawat full service yang saya juga berharap bisa coba naik. Saya langsung bersyukur dan bahagia atas hadiah yang diberikan Tuhan atas kesedihan saya. Kebetulan tepat seminggu sebelum itu dan beberapa hari sebelumnya jadi moment menyedihkan dalam hidup saya.
Japan Airlines
Bersama pihak JAL saat pengumuman pemenang
Selama 3 hari acara, hadiah undianya berbeda-beda, seperti hari pertama Garuda, hari ke-2 JAL dan hari ke-3 ANA. Dan saya menang dihari ke-2 dapat JAL. Ini juga jadi penglaman pertama saya bisa menikmati penerbangan dengan JAL, setelah sebelumnya saya pernah naik Garuda dan ANA. Maka nikmat Tuhan mana lagi yang kalian dustakan.

Pengundian benaran dilakukan secara fair, di depan panggung yang langsung diambil secara acak oleh pihak JAL. Jadi sama sekali tidak ada kaitannya dengan saya sebagai blogger ataupun mahasiswa sastra Jepang ataupun sebagai staff yang freelance saat itu di JNTO. Hehe. Mungkin JAL dan JNTO juga senang kalau yang dapat saya, jadi dengan gamblangnya akan share semua info dan pengalaman saya selama di Jepang.
Perjalananpun bisa dipilih sesuai kemauan kita dengan batas penerbangan hingga 31 Maret 2018. Kecuali peak season pada tahun baru jadi blackout day sehingga tidak bisa digunakan. Jadi saya cukup bayar tax dan insurance berdasarkan harga asli pihak Jepang. Karena saya masih belum bisa cuti dikantor baru, dan saya juga belum pernah melihat sakura di Jepang, akhirnya saya memutuskan untuk pergi akhir maret ini dan berharap bisa bertemu sakura dengan syarat 1 orang lagi yang ikut bersama kita harus melakukan penerbangan diwaktu yang juga sama.

Sempat terpikirkan bakal bikin sayembara partner yang bisa nemani perjalanan saya ke Jepang, tapi akhirnya pilihan jatuh pada roommate saya yang selalu tabah dan setia menemani saya saat duka dan suka.
Gala Yuzawa, Japan
Gala Yuzawa, March 27th 2018, with @cicil22
Karena kali pertama saya ke Jepang explore daerah Kansai, kali ke 2 daerah Chubu - Nagoya, kali ke-3 ini saya fokus explore daerah Kanto -Tokyo dan sekitarkan. Ini juga salah satu keisengan mulut saya, saat saya di Jepang 2 tahun lalu lama di Nagoya, saya tidak sempat main ke Tokyo karena jadwal yang padat sabtu-minggu dan harus kerja senin - jumatnya. Jadilah celetuk, semoga next bisa ke Tokyo. Dan Alhamdulillah, destinasi kali ini Tokyo.

Ini beberapa list dan Itinerary perjalanan saya selama 9 hari di Tokyo :
1. 3/23 Tokyo, Shibuya, shinjuku.
2. 3/24 Tokyo Disneyland
3. 3/25 Kawaguchi ko, Gotemba, Fujishi
4. 3/26 Nikko, Tochigi
5. 3/27 Gala Yuzawa, Niigata
6. 3/28 Tokyo, Ueno Park, Ameyoko, Asakusa, Odaiba
7. 3/29 Shopping, Shinjuku, Ameyoko, Tokyo Tower
8. 3/30 Shinjuku Gyoen Park, Kuil Shiga (kimi no na wa), Tokyo Masjid Cami', Akihabara, Harajuku, Meguro River
9. Shinjuku, Narita Airport
 
Untuk perjalanan kali ini, saya mengurus semuanya sendiri. Berbeda dengan perjalanan sebelumnya yang mana saya sudah disediakan tempat tinggal, dan diajak kesana kemari. Karena lokasi yang berbeda, dan di Tokyo memang tidak ada keluarga yang bisa saya nginap, akhirnya kami mencari sendiri hostel dan penginapan murah selama di Tokyo. Kita juga mencari berbagai macam info mengenai transportasi dan tempat-tempat yang harus dituju. 
Nikko Shinkyo Bridge
Shinkyo Bridge, Nikko - Tochigi, March 26th 2018
Keuntungan mengurusi perjalanan sendiri ya itu. Kita jadi banyak tau dan ingat tempat-tempat yang dituju. Sebelumnya saya di Jepang, malah sama sekali tidak begitu ngerti cara naik kereta serta jalur-jalur keretanya. Walau jalur kereta di Tokyo bisa dibilang cukup ribet dibanding waktu saya di Osaka dan Nagoya, ternyata jika kita tau arah dan tujuan station yang dituju, ternyata tidak serumit yang dibayangkan. Yang penting harus banyak baca, perhatikan petunjuk jalan, dan jika ragu, jangan segan bertanya kepada petugas informasi.

Saya juga menyempatkan diri mengunjungi tempat yang masih bersalju. Jadi sekali liburan sakura, juga masih bisa menikmati salju. Mengenai detail perjalanannya dan beberapa tips info serta budget yang saya keluarkan selama di Tokyo, pastinya saya akan update lagi.

Hal lainnya yang membuat saya merasa sangat beruntung yaitu karena kedatangan saya di Tokyo dan pilihan saya untuk explore Tokyo sangat tepat dengan minggunya puncak sakura bermekaran. Jadi saat datang, sakura di Tokyo sudah bermekaran. Cuma 1 minggu bertahan, saat saya kembali beberapa sakura mulai banyak yang gugur. Yayy!! Gak nyangka sekali kalau timingnya bisa pas. Karena awalnya sempat tidak yakin, karena biasanya mekar sempurna di awal april. Konon kabarnya, tahun ini memang sakuranya bermekaran lebih cepat.

Bukan bermaksud pamer, tapi ini jadi apresiasi diri dan hanya ingin menyampaikan, kalau rejeki tidak ada yang tahu seperti pengalaman saya ini. Yang paling penting bermimpilah, berkatalah yang baik-baik, karena kita tidak tau apa yang kita ucapkan jadi doa dan menjadi kenyataan.
Best spot yozakura, night sakura
Meguro River, March 30th 2018
Pengalaman kali ini juga jadi pegangan dan penguat dalam hidup saya, kalau kita tidak tahu apa yang terjadi. Mungkin juga ini hadiah dari Tuhan yang sedang menghibur saya yang lagi sedih. Jadi jangan iri dengan keberhasilan ataupun kebahagian orang lain, karena kita tidak tau kesedihan apa yang telah mereka alami untuk mendapatkan itu, dan perjuangan apa yang mereka lakukan untuk mendapatkanya. Dan lagi, jangan pernah remehkan sekecil apapun mimpi seseorang. Karena hal besar bisa terjadi dari mimpi mimpi kecil.

Thankyou JAL (Japan Airlines)  dan JNTO (Japan National Travel Organization), akhirnya kerinduan saya untuk mengunjungi Jepang lagi khususnya Tokyo bisa terwujud.  Alhamdulillah, semoga kita bisa menjadi insan Tuhan yang lebih baik lagi. Tetap positif dengan rencana Tuhan dan lakukan yang terbaik.

See yaa pada postingan berikutnya..

0 Response to "Luckiness or Destiny? My Japan Trip Story"

Post a Comment