Suasana Tahun Baru di Jepang

Lanjutan kisah Winter Holiday Japan

Selasa, 1 Januari 2013

Happy New Year.. Akemashite Omedetou Gozaimasu


Setelah ditunggu-tunggu, akhirnya sampai juga di malam tahun baru. Dulu aku sangat memimpikan pasti sangat keren sekali bisa berada di Jepang di malam tahun baru. Dan mimpi itu sekarang bisa terlihat pada hari ini.^^

Penasaran kan di Jepang itu tahun barunya bagaimana. Tapi dari pengalaman aku berada disini, tahun baru di Jepang itu berasa lebaran kalau dikitanya. Jadi pada tahun baru, semua anggota keluarga biasanya ngumpul. Kebetulan aja keluar Nakano lagi kedatangan teman-temanku, jadinya malam tahun baru ini lumayan ramai dan kami rayakan bersama. 

Di malam tahun baru, aku, Sachiko, okaasan, obaachan, yoshimichan, luhur, dan dhita, kami masak makan malam bersama. Special ini aku bikin nasi goreng Indonesia. Dan juga makanan lain yang cukup special bikinan okaasan.



Sebelum mencapai pukul 12.00, kami sekeluarga saling bercerita dan berkumpul bersama, sambil nonton acara music tahunan Jepang, kouhaku uta gassen.

Setelah mendekati pukul 12.00, kamipun mulai keluar rumah untuk menuju kuil. Setiap malam tahun baru. Orang Jepang biasanya akan ke kuil untuk berdoa semoga di tahun yang baru bisa lebih baik dari tahun sebelumnya.

Setelah selesai berdoa, setiap pengunjung juga akan dikasih segelas amasake, atau sake manis. Mungkin sambil berdoa tidak ada yang masuk angin dan tubuh tetap hangat kali yaa. Heheh. Disekitar kuil aku tidak menemukan kembang api seperti yang di film-film, ntarh karena belum ada atau gimana, aku hanya menemukan api unggun. Hahaha. Sayang sekali, padahal aku sangat berharap adanya kembang api.

Pada tahun baru, juga banyak orang yang melakukan ramalan, atau omikuji untuk melihat keberuntungannya di taun yang baru. Walau banyak yang dapat beruntung atau sial, bukan berarti harus percaya dan langsung patah semangat yaa. Dan aku lumayan dapat sial nih. hahaha. Bagi yang sial, kertas omikuji biasanya akan digantung diranting pohon yang telah disediakan. Tapi aku menyimpannya sebagai omiyage (oleh-oleh) hehheh.



Untuk berdoapun sebenarnya bias dilakukan pada malam atau pagi harinya. Tapi biar suasana tahun barunya lebih berasa, banyak juga yang melakukan doa di malam tahun baru.



Di pagi harinya, kami menyantap makanan special tahun baru. Ada berbagai jenis makanan lezat lainya dan pastinya mochi. Tidak lupa juga, setelah makan kami yang masih muda atau anak-anak mendapatkan “otoshidama”, berisi uang kertas, atau THR-nya bagi orang Indonesia. Sangat senang.


Kami juga melakukan banyak foto bersama, sekaligus kenangan bersama keluarga baru di tahun baru ini.


See you~ ^^

0 Response to "Suasana Tahun Baru di Jepang"

Post a Comment